PANGALENGAN, BANDUNG – Setelah disibukkan dengan berbagai agenda akademik di tahun ajaran yang lalu, keluarga besar pendidik dan staf Mumtaza akhirnya pergi sejenak untuk refreshing bareng. Lewat agenda tahunan bertajuk "Mumtaza Outing 2026", rombongan guru-guru ini meluncur ke kawasan sejuk Pangalengan, Kabupaten Bandung. Mengusung jargon penuh semangat "Take the Trail, Make the Memories," kegiatan dua hari satu malam pada 6–7 Juli 2026 ini sukses menyisakan banyak cerita seru.
Petualangan yang dikomandoi oleh event organizer Dirgantara AIA Tour & Travel ini dimulai sejak lepas subuh. Tepat pukul 05.00 WIB, seluruh peserta sudah berkumpul di Mumtaza Campus 2 dan siap bertolak menuju lokasi.
Setibanya di lokasi pada siang hari, agenda langsung dibuka dengan program Corporate Team Building. Di sesi ini, ego setiap unit dilebur lewat berbagai games seru yang menuntut kerja sama dan komunikasi yang kuat. Menariknya, suasana makin meriah dengan warna kaos yang berbeda-beda dari setiap unit kerja yang mengikuti kegiatan ini.
Selanjutnya, Keseruan hari pertama ditutup dengan acara yang paling dinanti, yaitu Gala Dinner & Western Entertainment pada pukul 18.30 WIB. Mengangkat tema unik "Cowboy Theme", para guru tampil totalitas mengenakan busana ala koboi lengkap dengan topi khasnya. Malam keakraban ini pun makin pecah dengan adanya pembagian door prizes serta penganugerahan kostum terbaik (Best Costume Award) bagi peserta yang dandanannya paling totalitas.
Memasuki hari kedua, semua peserta kompak mengenakan Official Outing T-Shirt untuk bersiap menghadapi tantangan fisik yang memacu adrenalin. Mulai pukul 08.00 WIB, Petualangan dimulai dengan sesi ATV Adventure Pangalengan. Para guru diajak seru-seruan memacu motor roda empat melintasi jalur tanah dan udara sejuk khas perbukitan dan Adu seru Paint Ball yang menegangkan namun penuh canda tawa diantara guru dan seluruh staf Mumtaza. Pukul 10.00 WIB, Adrenalin peserta kembali diuji lewat Palayangan River Rafting. Semuanya lebur dalam keseruan basah-basahan sambil mendayung perahu karet melewati jeram-jeram sungai yang menantang.
Setelah puas bertualang, rombongan akhirnya bersiap untuk kembali ke Tangerang Selatan. Meski pulang dengan kondisi fisik yang lumayan lelah, puluhan pendidik Mumtaza ini membawa pulang senyuman lebar dan energi jiwa yang sudah terisi penuh. Kini, mereka siap kembali ke sekolah dengan semangat baru untuk menyambut tahun ajaran baru yang lebih gemilang! (am).